in

Pentas Durian Wonosalam, Unjuk Gigi Durian Lokal

Kontes Durian di Jombang - FOTO/Sumogambar/Fredi

sumogambar – Buah durian memang memiliki daya tarik bagi penikmatnya. Rasa manis, terkadang juga pahit dibarengi dengan aroma buah yang menyengat memaksa para penikmat melakukan segala cara untuk mengkonsumsinya. Keunikan buah bertekstur kulit berduri ini membuat petani sekaligus pemerintah lokal berusaha untuk terus mengenalkan dan memamerkan keunikan buah itu. Peribahasa tak kenal maka tak sayang nampaknya menjadi salah satu alibi untuk menyelenggarakan kegiatan menduniakan Durian.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Wonosalam tahun 2019 menggelitik daya stimulan pencinta durian. Sebuah acara Kontes durian dengan tema besar Kenduren 2019 digelar secara meriah. Mengambil lokasi acara dilapangan terbuka Kecamatan Wonosalam, panitia mencoba menghadirkan latar acara yang dapat diakses oleh banyak orang. Stan tenda berderet mengelilingi lapangan seukuran lapangan sepak bola dengan panggung besar utama berada di tengah-tengah acara. Selain kontes durian, acara juga dimeriahkan dengan kesenian jaranan dan kesenian lokal lainnya.

Salah satu panitia acara, Suyitno mengatakan acara Kenduren setiap tahun dilakukan. Untuk tahun 2019, panitia tetap mengutamakan penampilan lokal. Khusus durian lokal wonosalam, selain Bido, ada durian mentega, merica, dan berapa varietas lain. Panitia berharap, tahun 2019 dalam kontes akan muncul jenis baru untuk pendamping varietas durian lokal. Sementara ada 31 peserta yang memamerkan durian unggul dari hasil tanamannya. Untuk peserta merupakan petani buah lokal dengan membawa buah dari hasil sendiri. Tidak diperkenankan dalam kontes mengambil durian dari luar.

“Durian unggul Wonosalam masih Bido,” Kata Suyitno, panitia acara kontes durian kepada awak media, Sabtu (2/3/2018).

Suyitno menuturkan untuk kegiatan kali ini panitia memiliki empat kriteria penilaian. Antara lain pertama, penilaian luar berupa (bobot buah, bentuk buah, dan warna kulit). Kriteria penilaian kedua, penampilan dalam mencakup (tekstur daging buah, serat daging buah, kematangan daging buah, dan warna daging buah). Penilaian ketiga, berupa daging buah mencakup (ketebalan daging buah, pongge, dan aroma buah). Sedangkan kriteria penilaian keempat serat daging buah serta kandungan air didalamnya.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengatakan kegiatan pentas atau kontes durian dilakukan sebagai langkah untuk menguatkan potensi durian lokal. Selain melihat dan mencari, acara ini dilakukan untuk mengembangkan potensi durian Wonosalam. Keanekaragaman plasmanutfah yang ada di Jombang harus tetap dilestarikan agar potensi-potensi durian lokal Wonosalam tetap terjaga dan lestari.

“Potensinya luar biasa, kalau kita tahu persis jika ngomong durian orang Jawa Timur kita akan bicara Wonosalam, Wonosalam adalah Jombang,” kata Sumrambah saat menghadiri acara Kenduren 2019.

Durian Jombang harus dikenalkan kepada pasar yang lebih besar. Kita akan mencari varietas bibit unggul dari Durian Wonosalam untuk selanjutnya dikembangkan. Sejauh ini pengembangan bibit dan penyuluhan sudah dilakukan dan terus akan dikembangkan. Mengenai pasar durian lokal Wonosalam terutama durian jenis Bido sudah menembus pasar luar negeri. Dengan acara Kenduren 2019 semakin menunjukkan eksistensi durian lokal dan potensi durian di Jombang.

Yateno salah satu peserta asal Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam menuturkan keikutsertaannya karena peduli dengan produksi durian di desanya. Dirinya ngin memajukan dan mengenalkan durian asli Desa Jarak, Wonosalam. Dalam kontes durian ini, Yateno mengaku mengikutkan jenis durian blorok dan sungu. Menurutnya durian jenis ini memiliki cita rasa, mulai dari rasa pahit dan daging buah agak lengket.

“Saya ingin mengenalkan durian asli Desa Jarak, dan wonosalam pada umumnya,” kata Yateno.

Dirinya tidak begitu tertarik juara atau tidak. Pilihan untuk mengenalkan dan membuat durian asli Jombang bisa dikenal oleh kalangan luas. Pada kontes tahun sebelumnya, Yateno pernah merasakan berhasil mendapatkan penghargaan kontes serupa tahun 2019 ini. Meskipun, hanya menduduki peringkat ketiga dari puluhan peserta yang ikut dalam kontes durian kala itu. Dengan ikut terlibat kontes, bentuk sumbangsih untuk memajukan produk lokal daerah.

Acara Kenduren setiap tahun dilakukan, banyak kalangan hadir untuk merasakan sensasi buah durian. Untuk tahun ini, pemerintah daerah terlihat hadir turut meramaikan. Rencananya, esok hari, tepatnya hari  minggu 3 Maret 2019 gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa direncanakan hadir untuk mensukseskan acara. Panitia pun turut menyediakan ratusan buah durian yang rencananya esok hari bisa dinikmati oleh para pengunjung secara gratis.

Pengunjung juga akan mendapatkan hiburan gratis. Acara pagelaran seni jaranan dipastikan tampil mengiringi prosesi Kenduren 2019. Bagi pengunjung untuk menghadiri acara diharapkan untuk membawa peralatan mengantisipasi hujan. Selain itu, pengunjung juga bisa memakai alas kaki yang cocok untuk kondisi lapangan yang becek karen Hujan lebat beberapa hari ini. Terkait akses menuju lokasi acara relatif mudah, dari pusat kota Jombang menuju lokasi acara jalanan relatif sudah beraspal semua. Disarankan untuk datang lebih pagi karena jalanan diapastikan akan tertutup beberatus meter dari lokasi acara.

Kenduren 2019 selain meyuguhkan beragam durian juga menampilkan berbagai produk kreatif lokal Jombang. Dari pengamatan dilapangan, selain stand menampilkan durian beragam varietas juga ada produk makanan dan kreasi crafter Jombang.

Bagikan:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Baliho Pilpres di Jombang Dicoret Tulisan PKI

Pintu Strategis Pertanian Pesantren, Suryo Alam: Selain Jadi Kyai, Santri Bisa Budidayakan Hortikultura